• Selamat datang di website masjid Jami Pabongan...web ini masih dalam tahap pembangunan
Selasa, 21 Mei 2024

Sejarah Masjid

Bagikan

Sejarah Masjid Jami’ Pabongan

Masjid Jami’ Pabongan awalnya dibangun oleh seorang tokoh di Dusun Pabongan bernama Martoijoyo. Awalnya merupakan sebuah masjid kecil yang ukurannya tak jauh lebih besar dari sebuah langgar. Masjid ini awalnya berada di halaman sebelah barat rumah.

Tidak banyak catatan yang menunjukkan kapan masjid tersebut dibangun. Kalau menilik masa hidup Martoijoyo adalah awal 1910-an hingga wafat kira-kira tahun 1973, kemungkinan besar dibangun kira-kira tahun 1930-an.

Kemudian masjid ini dipindah ke lahan yang lokasinya berada di sebelah tenggara rumahnya. Posisinya lebih tinggi dari rumahnya. Posisi masjid tersebut hingga saat ini tidak berubah, persis sama dengan lokasi masjid Jami’ saat ini. Pemindahan masjid ini dilakukan kira-kira tahun 1970. Hal ini yang kemudian oleh situs dream.co.id dianggap sebagai tahun berdirinya masjid Jami’ Pabongan.

Kira-kira tahun 1993, bangunan lama masjid tersebut dipugar atau dibangun ulang. Bangunan utama hasil pemugaran saat itu masih terlihat sampai sekarang. Bangunan menjadi lebih luas dan lebih besar.
Namun masjid terus mengalami penambahan dan perbaikan di sana-sini. Hal ini dilakukan sampai saat ini.

Pada awalnya masjid ini merupakan masjid pertama dan satu-satunya yang ada di Desa Berjo. Baru pada tahun 1983/ 1984 di barat kantor Desa Berjo dibangun Masjid Al Huda.

Setelah itu, bermuncunlan bangunan masjid di Desa Berjo. Hampir di setiap dusun seperti Selorejo, Nggandu, Sukuh, Berjo, Ngadioro, Imoroto, Bangkang ada masjidnya. Bahkan di dekat Masjid Jami’ Pabongan saat ini telah berdiri dua masjid yang jaraknya tidak lebih dari 800 meter. Masjid Al Istiqomah yang berada di barat daya dan Masjid Rasyid Al Jarbu yang berada di sebelah baratnya.

Dari sisi arsitektur Masjid Jami’ Pabongan memang tidak terlalu unik dan menonjol. Masjid ini lebih mengedepankan fungsi dan kebermanfaatan. Masjid fungsional sepertinya memang lebih diutamakan. Bagaimana masjid Jami’ Pabongan bisa memberikan rasa khusyuk kepada jamaahnya untuk melaksanakan ibadahnya.